Pemimpin Dambaan Ummat (Bag. 2)

Oleh: KH.DR.Muslih Abdul Karim MA

 

2. Adil

Allah swt berfirman,

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Rasulullah saw bersabda,

“Tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah swt dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada lagi naungan kecuali naungan Allah. Yang pertama adalah pemimpin yang adil.” (Muttafaq `alaih)

“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah akan berada di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya. Yaitu orang-orang yang adil dalam hukum mereka, keluarga-keluarga mereka dan apa-apa yang menjadi kekuasaan mereka.” (HR. Muslim)

“Penghuni surga itu tiga golongan: Pemimpin yang adil dan mendapatkan taufiq, orang yang penyayang hatinya, lembut terhadap setiap kerabat dekat dan orang islam dan orang yang hidup dengan bersih, berusaha untuk tetap bersih sedang ia memiliki tanggungan keluarga yang banyak” (HR.Muslim)

Pemimpin yang adil tentu didambakan oleh seluruh manusia. Dia berlaku adil terhadap rakyatnya, tanpa pandang bulu. Bahkan terhadap keluarganya sendiripun jika dia melakukan kesalahan maka keluarganya akan dijatuhi hukuman. Begitulah yang dicontohkan Rasulullah saw. Beliau bersumpah dengan nama Allah swt bahwa beliau akan memotong tangan putrinya jika putrinya mencuri. Itulah keadilan. Tidak ada nepotisme di bawah kepemimpinannya.

Ketika gubernur Baghdad meminta bantuan militer kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz karena wilayahnya tidak aman, kacau dan banyak pencurian, khalifah tidak memberi bantuan yang dipinta. Beliau hanya menjawab,  “Jagalah wilayahmu dengan keadilanmu”.

Tidak perlu benteng yang kokoh, pasukan militer yang kuat atau persenjatan yang lengkap untuk mengamankan sebuah negara menurut khalifah Umar bin Abdul Aziz, tapi cukup dengan keadilan sang pemimpin. Jika keadilan sudah dirasakan oleh seluruh rakyatnya maka tidak akan ada lagi pembunuhan, pencurian atau perampasan. Negara menjadi aman. Negara menjadi makmur. Negara mejadi sejahtera karen pemimpin yang adil.

Tercatat dalam sejarah, bahwa ketika masa khalifah Umar bin Abdul Aziz semua masyarakatnya hidup dengan penuh kebahagiaan. Semua masyarakatnya tidak ada yang menerima zakat. Itulah pemimpin yang adil. Yang akan mengangkat semua masyarakatnya kepada kehidupan yang penuh dengan keberkahan.

3. Amanah

Allah swt berfirman,

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.(QS.an-Nisa:58)

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh.” (QS.al-Ahzab:72)

Dari Abu Ya`la Ma`qil Ibn Yasar r.a. dia berkata: Saya mendengar rasulullah saw bersabda : “Setiap hamba yang diberi amanah memimpin rakya oleh Allah, lalu dia mati pada hari meninggalnya sedangkan dia dalam keadaan menipu rakyatnya maka pasti Allah mengharamkannya masuk surga.” (HR. Bukhari-Muslim)

Allah swt memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menunaikan amanah yang dipikulnya. Sebagaimana rasulullah saw yang selalu menunaikan amanah-amanahnya. Bahkan ketika rasulullah saw diamanahi oleh orang-orang kafir quraisy untuk menjaga hartanya, maka rasulullah pun menjaganya dengan baik. Itulah pemimpin teladan yang kini sudah mulai jarang kita temukan. Pemimpin yang menunaikan amanah adalah pemimpin yang pintar menurut ayat di atas. Karena sesungguhnya orang yang bodoh adalah yang mengkhianati amanahnya.

Itulah tiga ciri utama sosok pemimpin yang didambakan oleh seluruh makhluk, bukan hanya manusia tapi juga binatang dan tumbuhan. Seluruh makhluk menghendaki pemimpin yang selalu menyerahkan segala urusannya kepada Allah swt, adil dan amanah. Jika pemimpin itu orang islam maka dia tidak akan korupsi dan kolusi, karena dia yakin bahwa Allah swt akan mempertanyakan dan meminta pertanggung-jawaban apa yang telah dia pimpin.

Jika seorang pemimpin itu telah mempunyai sifat adil, maka tidak akan ada lagi kecurangan dalam hukum. Tidak akan ada nepotisme. Tidak akan ada yang dirugikan. Semua yang bersalah akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya masing-masing. Semua rakyatnya akan merasakan kekayaan yang dimiliki oleh negaranya. Tidak hanya orang-orang yang duduk di bangku pemerintahan saja yang bisa menikmatinya tapi juga rakyat yang ada di pelosok-pelosok desa pun bisa merasakannya.

Dan jika seorang pemimpin itu telah mempunyai sifat amanah, maka tidak akan ada lagi harta rakyat yang digunakan untuk kepentingan pribadinya. Tidak akan ada lagi kendaraan milik pemerintah yang digunakan untuk kepentingan keluarganya. Dan tidak akan ada lagi aset negara yang dijual demi memperkaya dirinya sendiri.

            Walhasil, Jika ketiga sifat tersebut berkumpul dalam diri seorang pemimpin negara maka seluruh makhluk di alam semesta akan menyaksikan bahwa negara yang dia pimpin adalah negara yang makmur, aman, dan sejahtera. Tidak akan ada harta yang hanya berputar dikalangan orang-orang kaya saja tapi harta tersebut akan berputar ke seluruh rakyatnya. Sehingga di dalam negaranya tidak ada lagi orang-orang yang miskin.

Negaranya akan dipenuhi dengan keberkahan dari langit dan bumi dan tidak akan ada lagi bencana di dalam negaranya, karena semua rakyatnya beribadah kepada Allah swt.

“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS.al-A`raf:96)

Inilah makalah singkat tentang sosok pemimpin yang didambakan umat manusia khususnya dan seluruh makhluk pada umumnya. Semoga kita semua mempunyai pemimpin yang beragama islam, adil dan amanah. Aamiin ya Allah ya Rabbal `Alamiin.

وَ صَلِّى اللَّهُمَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *