Sejarah

Sejarah Pesantren Yatim dan Dhu'afa Baitul Qur'an

Berawal dari sebuah Program Pengkaderan Da’i Hafizh Al Qur`an yang dibina oleh K.H DR Muslih Abdul Karim, MA. Pada 2004, dan pada 2005 ditambah dengan Program Pembinaan Yatim dan Dhu’afa. Munculah gagasan untuk mendidirikan sebuah lembaga yang memayungi program-program tersebut yang kemudian hari lahirlah Yayasan Baitul Qur`an Indonesiayang diresmikan berdasarkan Akta Notaris pada 05Februari 2008.Sedangkan sasaran pendirian YBQI diarahkan untuk membantu ummat melalui penyediaan sarana:

  • Lembaga Pendidikan
  • Lembaga Da’wah
  • Lembaga Sosial

Dalam Lembaga Pendidikan, YBQI memiliki tigaProgram Pendidikan; pertama ada Taman Pendidikan Al Qur`an (TPQ) yang sudah berlangsung sejak 2008,ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan masyarakat akan sarana pendidikan Al Qur`an, adapun sasaran pendidikan TPQ adalah anak-anak sekitar komplek YBQI usia PAUD hingga kelas 1 SMP. Kedua adalah pendidikan SLTP dan SLTA yang dikhususkan bagi siswa-siswa yatim dan dhu’afa yang dipilih dari berbagai wilayah di indonesia, sebagai sebuah upaya dalam mensukseskan program pemerintah bagi pendidikan bangsa, Alhamdulillahsudah berjalan sejak 2006 meskipun sampai tahun 2015 masih menginduk kepada SMP Terbuka 12 Depok dan SMA Terbuka 4 Depok.

Adapun program terakhir adalah Program Da’i Hafizh Qur`an yang disiapkan sebagai sebuah upaya dalam mengkader generasi penghafal Al Qur`an sekaligus juga memahaminya yang kedepannya siap untuk mengabdi di lembaga atau masyarakat. Dari tahun 2004 hingga saat ini, rata-rata setiap angkatan diikuti 20 orang mahasantri dari berbagai wilayah di Nusantara.

Sedangkan dalam bidang dakwah, YBQI melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baitul Qur`an berupaya menjadikan Masjid sebagai lembaga ukhuwah, Ruhiyah dan ilmiyah. Dengan diadakan kajian pekanan, bulanan, khutbah, juga peringatan hari-hari besar islam.

sebagai jawaban dari semakin meningkatnya animo masyarakat dalam mempelajari Al Qur`an, YBQI pada tahun 2012 membuka Bimbingan Belajar Al Qur`an (BILAL) bagi anak-anak usia PAUD hingga tanpa batas, grafik antusiasme masyarakat dari tahun ke tahunnya terus meningkat hingga saat ini tercatat 300 santri anak-anak, 50 ibu-ibu dan 40 bapak-bapak dari berbagai kalangan dan  latarbelakang.

Untuk bidang sosial, YBQImembuat satu divisi Fundrising yang bergerak dalam bidang pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, sodaqoh,dan wakaf, hewan qurban dan kegiatan sunatan masal serta pelayanan kesehatan bebas biaya. Upaya ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan sumberdaya dari para dermawan dan mereka yang berkewajiban untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak terutama dari kalangan masyarakat miskin.

Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan YBQI, ditambah dengan kebutuhan masyarakat yang kian meningkat. Maka lahir tuntutan agar YBQI dapat menjadi suatu lembaga pendidikan yang formal dan independen. Maka mulai tahun 2015 ini YBQI mulai memproses diri untuk dapat membuka SMPQ (Sekolah Menengah Pertama al-Qur’an) dan SMAQ (Sekolah Menengah Atas al-Qur’an) juga Program Pesantren (Boarding School) Yatim Dhu’afa yang berorientasi pada Tahfizh Al Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *