STIQ Baitul Quran

Berawal dari tahun 2006, Dr. KH. Muslih Abdul Karim MA memiliki gagasan untuk membangun Pesantren Baitul Qur’an. Gagasan itu kemudian terwujud dengan terbangunnya Pondok Pesantren khusus penghafal Al-Qur’an bagi anak-anak yatim-piatu dan kaum dhuafa untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) sampai Sekolah Menengah Atas ( SMA ) dengan sistem pembelajaran boarding school.
Seiring dengan berkembangnya zaman dan atas dasar memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan mubaligh dalam perkara-perkara ilmu Al-Qur-an dan tafsirnya, maka selaras dengan landasan metode pembelajaran di Baitul Qur’an yang menggunakan metode 5 T, yaitu Tahsin, tahfizh, Tafsir, Tatbiq dan Tabligh, juga selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pesantren Baitul Qur’an mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Baitul Qur’an (STIQ BQ) dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) untuk mencetak sarjana-sarjana muda yang hâfizh Al-Qur’an ( hafal 30 juz ) serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan akan menyandang gelar akademik Sarjana Agama (S.Ag) setelah menyelesaikan studinya selama 4 tahun/8 semester lamanya.
Adapun Kurikulum yang diterapkan STIQ BQ merupakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang memadukan kurikulum nasional yang berlaku dengan mata kuliah kekhususan STIQ dalam Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an dan penelitian (riset) dalam bidang keagamaan studi Al-Qur’an